Kamis, 28 Juli 2011

ketika tak ada sapa

sepertinya kita telah mulai lupa pada kebiasaan lama
saling menyapa dalam tata bahasa rasa
saling berbagi suasana hati
entah tentang suka entah pula duka
dan malam ini...
aku ingin kita mengingat ingatnya kembali
lalu mengejanya kembali
meski sepatah dan terpatah patah
aku hanya tak ingin ada sebuah gunung es
yang tercipta oleh kebekuan ini
maukah kau ?
...

Minggu, 24 Juli 2011

setelahnya...

sepertinya memang gak ada yang perlu di ingat lagi
bahkan mengulangnya kembali
memberi keindahan pada jalanan malam hari
yang bisa saja terjadi
pada setiap siapapun yang mau melaluinya
pun akhirnya kembali terbuai mimpi menunggu pagi
meskipun kenyataannya pada matahari
kau takut tersengat
...

hanya sebentar saja

bila masih ada ruang untukku
bolehkah aku mendekat dan duduk disampingmu
mengatakan tentang kemarin padamu
sebentar saja...

ya...tentang kemarin...
ketika kau dekatkan wajahmu di pipiku
kurasakan hangat nafasmu
juga lingkar lenganmu di pinggangku
yang aku dekap erat
dan aku enggan melepaskannya
saat itu...

bila masih ada waktu tersisa
aku ingin mengulang saat seperti itu berkali kali
hingga aku tak mampu menghitung entah seberapa kali
hingga aku tak sanggup menatapmu lagi
pun juga ketika kau berbagi rasa
seperti halnya cherry yang kausuapkan kepadaku
saat itu...

berdua kita merasakannya suasana malam itu
menyusuri jalanan berdua
bercanda dan bercerita apa saja
nggak peduli...
hingga kita hampir tertabrak laju sepeda
di belakang kita

ah...maafkan aku bila karena semua itu
aku tak bisa melupakanmu
...

di sela cinta dan puisi

mungkin saja aku menemukan cinta dalam puisi
atau mungkin sebaliknya
aku menemukan puisi dalam cinta
aku tak tahu...
karena yang aku tahu di selanya
ada terselip rindu
...

titip rindu

singgahlah sebentar saja di pelataran hatiku
sebelum lanjutkan langkahmu
karena aku ingin menitipkan sekeping rindu
agar tak terlalu menumpuk
di dadaku
...

suatu malam dipantai sanur


di pundak kiriku kepalamu kau sandarkan
sudah seharusnya kan ?
ketika tangan kiriku juga harus membelai rambutmu
dan lalu sesekali aku sentuh dagumu
mendongakkan kepalamu
untuk bisa aku mengecup keningmu
bahkan bibirmu...
ketika terlalu lama kau diam membisu
saat mendengar aku bercerita
malam itu...
yang meski nggak banyak bintang ada menghiasi
namun purnama telah begitu indah
ada dan rela
menjadi saksi janji kita
ah.....
tiba tiba debur ombak memecah sunyi
kiranya aku hanya berilusi
...
Sanur, 16072011

angin malam

betapa ingin aku menitipkan rindu di lembut desirmu
ketika dingin mengoyak sadarku
dan senyap menerpaku
semerdu dendang serangga malam
menyambutmu
...