ketika resah ini datang ketika sudah tak indah lagi yang aku pandang aku berlari ke padang ilalang menghempaskan bimbang
Minggu, 24 Juli 2011
hanya sebentar saja
bila masih ada ruang untukku
bolehkah aku mendekat dan duduk disampingmu
mengatakan tentang kemarin padamu
sebentar saja...
ya...tentang kemarin...
ketika kau dekatkan wajahmu di pipiku
kurasakan hangat nafasmu
juga lingkar lenganmu di pinggangku
yang aku dekap erat
dan aku enggan melepaskannya
saat itu...
bila masih ada waktu tersisa
aku ingin mengulang saat seperti itu berkali kali
hingga aku tak mampu menghitung entah seberapa kali
hingga aku tak sanggup menatapmu lagi
pun juga ketika kau berbagi rasa
seperti halnya cherry yang kausuapkan kepadaku
saat itu...
berdua kita merasakannya suasana malam itu
menyusuri jalanan berdua
bercanda dan bercerita apa saja
nggak peduli...
hingga kita hampir tertabrak laju sepeda
di belakang kita
ah...maafkan aku bila karena semua itu
aku tak bisa melupakanmu
bolehkah aku mendekat dan duduk disampingmu
mengatakan tentang kemarin padamu
sebentar saja...
ya...tentang kemarin...
ketika kau dekatkan wajahmu di pipiku
kurasakan hangat nafasmu
juga lingkar lenganmu di pinggangku
yang aku dekap erat
dan aku enggan melepaskannya
saat itu...
bila masih ada waktu tersisa
aku ingin mengulang saat seperti itu berkali kali
hingga aku tak mampu menghitung entah seberapa kali
hingga aku tak sanggup menatapmu lagi
pun juga ketika kau berbagi rasa
seperti halnya cherry yang kausuapkan kepadaku
saat itu...
berdua kita merasakannya suasana malam itu
menyusuri jalanan berdua
bercanda dan bercerita apa saja
nggak peduli...
hingga kita hampir tertabrak laju sepeda
di belakang kita
ah...maafkan aku bila karena semua itu
aku tak bisa melupakanmu
...
di sela cinta dan puisi
mungkin saja aku menemukan cinta dalam puisi
atau mungkin sebaliknya
aku menemukan puisi dalam cinta
aku tak tahu...
karena yang aku tahu di selanya
ada terselip rindu
...
titip rindu
singgahlah sebentar saja di pelataran hatiku
sebelum lanjutkan langkahmu
karena aku ingin menitipkan sekeping rindu
agar tak terlalu menumpuk
di dadaku
...
suatu malam dipantai sanur
di pundak kiriku kepalamu kau sandarkan
sudah seharusnya kan ?
ketika tangan kiriku juga harus membelai rambutmu
dan lalu sesekali aku sentuh dagumu
mendongakkan kepalamu
untuk bisa aku mengecup keningmu
bahkan bibirmu...
ketika terlalu lama kau diam membisu
saat mendengar aku bercerita
malam itu...
yang meski nggak banyak bintang ada menghiasi
namun purnama telah begitu indah
ada dan rela
menjadi saksi janji kita
ah.....
tiba tiba debur ombak memecah sunyi
kiranya aku hanya berilusi
...
Sanur, 16072011
angin malam
betapa ingin aku menitipkan rindu di lembut desirmu
ketika dingin mengoyak sadarku
dan senyap menerpaku
semerdu dendang serangga malam
menyambutmu
...
jalani saja...
jalani saja yang semestinya kita jalani
mengiringi detak waktu
percayalah akan ada saat menunjukkan
sesuatu yang seharusnya
tentang kita
...
Langganan:
Postingan (Atom)
