Jumat, 04 Februari 2011

andai rindu kita sama,...

titipkan saja pada gerimis
ketika malam sering buat kau menangis
agar angin membawanya berlalu
dari ruang dingin itu
karena telah aku sampaikan pula
pada rintik hujan
aku pun terbungkus rindu
kepadamu
...

Kamis, 03 Februari 2011

dingin...

mencubit genit menggigit
canda malam sehabis deraian hujan
sepoi membelai
mencabik hati kala sunyi
duhai rembulan...
adakah kau sisakan sedikit hangat
titipan dari matahari
siang tadi
...

Selasa, 01 Februari 2011

kamu...

bagaimana bisa aku melangkahkan kaki
pergi meninggalkan kamu
sendiri
sedang kau bagai bayangan diriku
yang selalu ikuti
di setiap gerak tubuhku
bahkan di dalam getar suaraku
selalu ada namamu
...

jadilah pagar yang baik

kau adalah pagar
yang menjadi pelindung bunga bunga di taman
bersama kupu kupu di dalamnya
namun jangan pernah kau usir sang kumbang
ketika dia menghisap madunya
itulah keindahan
...

Senin, 31 Januari 2011

...

entah hidupmu atau hidupku
atau memang seharusnya kehidupan ini
yang menyebabkan ada cerita
di antara kita
hanya tentang kau dan aku
yang tak banyak orang bisa mengerti
kisah di dalamnya
...

kau dan aku juga dia

aku tahu itu untukmu
cerita lewat puisi  yang di tulisnya
begitu pilu
tentang kau dan aku
juga dia

tak seorang pun tahu
disela sela syairnya tersimpan
sesuatu
kecuali kau dan aku
juga dia

mungkin dia tak tahu
atau berpura pura tidak tahu
bila aku tahu
antara kau dan aku
juga dia

kurasa dia sok tahu
yang sebenarnya dia tak tahu
atau ingin tahu
kisah kau dan aku
juga dia

Kamis, 27 Januari 2011

sang pejalan sunyi ( persembahanku )

Tak terasa hari ini tanggal 28 Januari 2011 tepat pukul 08.00
Aku sudah menikmati hidup selama 1.104.537.600 detik
Dimana dalam setiap ketukan nadiku,
sel darah merah dan sel darah putihku berkeliling,
berthowaf bertasbeh kepadaMu

Berjuta ton oksigen dan karbondioksida
keluar masuk memenuhi rongga rongga tubuhku, mengiringi Sang Hidup
bercengkerama  bersamaku
Bagaimana aku bisa dikatakan miskin, aku sangat kaya raya
bahkan pabrik oksigen dan karbon pun
belum tentu bisa menyamai belanjaku atas kebutuhan ini

Dan hari ini disaksikan alam raya dan juga alam rahsaku yang syahdu,
Aku menangisi perilaku yang sama sekali masih jauuuuh sekali
dari yang diharapkan atas kehidupan ini
Meski suara lembut itu senantiasa membimbingku,
namun nalar sasarku lebih mempesona
atas semua keputusan dunia ini

Wahai sang pemilik waktu…
Entah berapa waktu lagi yang Kau sisakan diperjalananku ini,
untuk aku bisa mengejar ketertinggalanku atas inginMu
Aku bersimpuh…
Dan tersimpuh dihadapanMu

Dihari yang indah ini,
ijinkan aku menghaturkan sembah sujudku, syukurku
Atas segala pesona semu sekaligus pesona keabadianMu
Serta ucap maafku kepada semua saudaraku,
sahabatku,dan kepada segala ciptaanMu
yang nampak maupun yang maya