Kamis, 19 Januari 2012

puisi daun

telah kupunguti guguran daun daun
yªήğ terhempas angin
dan guyuran hujan siang tadi
lalu kurangkai
untuk kujadikan puisi
sebagai hiasan indah sepimu
malam ini
...

Selasa, 03 Januari 2012

inilah api dalam diriku

inilah api dalam diriku
yang tak pernah tega membalurimu
dengan panasnya abu
inilah api dalam diriku
yang tak pernah ingin membawamu
ke dalam amuk baranya
inilah api dalam diriku
yang hanya ingin memberimu
kehangatan
dan inilah aku yang terbakar
dan terluka...
tertatih
berjalan kearahmu
...

kedamaianmu...

aku masih berharap pada sekeping hati
yang pernah aku titipkan
di indah ragamu
untuk menyatukan rasaku dan rasamu
demi meraih indahnya
kedamaian
...

kunci keindahan

yakinkan pada diri
kita adalah pemegang kunci
keindahan hari ini
esok hari
juga lusa nanti
yang selalu kita dapati
itu pasti
...

tentang dia

mungkin dia telah benar benar melupakanku
hingga sejenakpun tak menjengukku
untuk sekedar menyapaku
sedangkan setiap kali kugoreskan kata
masih hanya tentang dia
tentang rasa
yang hingga kini belum aku temui
sesuatu yang sanggup
membuatnya menjadi mati
tak berasa
...

matahari

aku begitu terpesona dengan matahari
yang tak pernah ingkari janji
menemani...
dari terbitnya di kala pagi
hingga terbenamnya di senja hari
bahkan saat malam
dia masih menitipkan cahayanya
pada rembulan
ah...begitu setianya dia
menyinari bumi
...

sekumpulan rindu

dinda...
bila sekumpulan awan hitam itu
adalah gumpalan rindu
percayalah...
hujan ini adalah puisiku
untukmu
...