ketika resah ini datang ketika sudah tak indah lagi yang aku pandang aku berlari ke padang ilalang menghempaskan bimbang
Kamis, 10 November 2011
tegarnya rindumu
bila memang rindu mengapa berlaku setegar karang
tidakkah kau lihat ombak yang berdeburan
berharap kau menyapanya
tiada bosan bosan melukis rayuan
di pasir pantai
...
ilalang terkapar
tidakkah kau lihat sebatang rumput liar
yang terbiar menggelepar
lalu terkapar...
terhujam tajamnya rindu
rindangmu
...
masih tentangmu
Kekasih...tahukah kau bayang indah yang ada dan selalu
Mengiringi langkahku menapaki hari hari
Itu masih sama...dan itu kamu
Meski esok atau lusa nanti aku belum tahu pasti
Jawaban apa yang kan kudapati
Namun tanya yang selalu mengusik hatiku
Itu pun juga masih sama...
Tentangmu
...
akibat jejakmu
mengapa terburu buru membayangkan hari esokmu
ketika tiba tiba terasa perih di hatimu
tidakkah lebih baik menengok hari hari lalu
di bekas jejak jejakmu
...
sering menyepi
mengertilah ketika aku sering menyepikan diri
pada ruang ruang sunyi
karena aku tak ingin ada banyak hati
yang terlukai
oleh tajamnya jerit ini
...
Rabu, 19 Oktober 2011
tentang cemburu
lihatlah api cemburu itu selalu ada dan membara
yang akan dengan mudah membakarmu
saat kau terlalu mendekatinya
namun juga bisa membuatmu membeku
saat kau terlalu jauh darinya
tapi ketika kau bisa menjaga jarak dengan tepat
dia akan menghangatkanmu
maka...
pandai pandailah saat mencintai
agar tak sering sakit hati
...
yang akan dengan mudah membakarmu
saat kau terlalu mendekatinya
namun juga bisa membuatmu membeku
saat kau terlalu jauh darinya
tapi ketika kau bisa menjaga jarak dengan tepat
dia akan menghangatkanmu
maka...
pandai pandailah saat mencintai
agar tak sering sakit hati
...
Langganan:
Postingan (Atom)