Minggu, 09 Oktober 2011

resah berujung rindu

semoga masih ada jeda di bangku malam itu
untuk aku melepas penatku
dan menceritakan pada angin yang berlalu
resahku yang telah menggunung
berujung rindu
...

semut hitam

sehitam hitamnya semut pun masih menyapa
saat bertemu sesamanya
meski sebenarnya dia tak bisa menatap
setiap yang ada di depannya
namun...
dia selalu bisa merasa
dan aku yang tiada jauh berbeda
pun ingin menyapa
hidupku
...

arti hadirmu

merah jingga di ujung senja tadi
merona begitu indah
bagaimana bisa aku melupakannya
seperti halnya kehadiranmu
di sisa waktuku
...

aku dan hidupku

kalaulah hidupku hanya untuk diriku
apalah arti jauhnya jarak dan lamanya waktu
karena aku akan membuatnya
tiada berarti
...

Rabu, 05 Oktober 2011

PUISIKU

puisiku bukanlah tebaran bintang gemintang
penerang gelapnya langit kelam
puisiku hanyalah tembang nan gersang
menyisih di tepian malam

puisiku tak segarang lolongan serigala
yang mengoyak wajah rembulan
puisiku hanyalah cengkerama serangga
irama di kesunyian

puisiku juga tak bergetar sedasyat halilintar
tak pula nyaring dan menggema
puisiku hanyalah sebatang rumput liar
di lebatnya belantara kata
...
 

jangan salah mengira

cobalah kau masuki setiap ruang ruang di hatinya
jangan hanya diam dan menerka nerka
membayangkan taman yang indah di dalamnya
dengan bunga bunga bermekaran
seperti yang sempat kau sentuh salah satunya
saat kau hanya mematung
di pelatarannya
...

Sabtu, 01 Oktober 2011

nggak usah berkhayal terlalu tinggi

titipkan saja pada embun embun di pucuk dedaunan
angan yang sempat kita gantungkan
pada rembulan
meskipun kita mampu menipu malam
tapi kita tak pernah bisa berlari
menghindari pagi
kau pun boleh menepis bayangku di angan itu
bila hanya menjadi penghalangmu
namun biarkan dulu
embun itu luruh ke bumi
membawa pergi semua mimpi mimpi
yang kita rangkai
senja tadi