Rabu, 05 Oktober 2011

PUISIKU

puisiku bukanlah tebaran bintang gemintang
penerang gelapnya langit kelam
puisiku hanyalah tembang nan gersang
menyisih di tepian malam

puisiku tak segarang lolongan serigala
yang mengoyak wajah rembulan
puisiku hanyalah cengkerama serangga
irama di kesunyian

puisiku juga tak bergetar sedasyat halilintar
tak pula nyaring dan menggema
puisiku hanyalah sebatang rumput liar
di lebatnya belantara kata
...
 

jangan salah mengira

cobalah kau masuki setiap ruang ruang di hatinya
jangan hanya diam dan menerka nerka
membayangkan taman yang indah di dalamnya
dengan bunga bunga bermekaran
seperti yang sempat kau sentuh salah satunya
saat kau hanya mematung
di pelatarannya
...

Sabtu, 01 Oktober 2011

nggak usah berkhayal terlalu tinggi

titipkan saja pada embun embun di pucuk dedaunan
angan yang sempat kita gantungkan
pada rembulan
meskipun kita mampu menipu malam
tapi kita tak pernah bisa berlari
menghindari pagi
kau pun boleh menepis bayangku di angan itu
bila hanya menjadi penghalangmu
namun biarkan dulu
embun itu luruh ke bumi
membawa pergi semua mimpi mimpi
yang kita rangkai
senja tadi

karena cinta

segala yang terjadi karena cinta
aku ada karena cinta
kau pun juga
kita di pertemukan oleh cinta
menangis dan tertawa
karena cinta
ah...
mungkinkah yang memisahkan kita
nanti juga karena cinta ?
...

sendiri di perjalanan malam

mungkin karena kemarau belum juga berlalu
perjalanan malam ini dingin sekali, sayang...
apalagi bila sendiri
tidurlah...
aku tak ingin angin malam
menusuk tulangmu
^_-

buat indah rindumu

rindu itu akan tetap menjadi indah
meskipun ada resah
ketika kau mau sedikit menggubah
nada nada yang selalu pilu
menjadi merdu
...

tak bisa berkata kata

tidurlah dan biarkan malam ini menjadi punya mereka
yang merenda benang benang cinta
sementara biarlah kita bercumbu dalam mimpi
karena di pagi nanti kita akan menari
bersama mentari
...