Minggu, 01 Mei 2011

aku hanya rindu

kekasihku...
bisakah kau kembalikan getar hatiku
seperti dahulu
ketika pertama aku mendengar suaramu
menyebut namaku
sungguh...
bagai bedug yang bertalu talu
penuhi rongga dadaku
karna bahagiaku akan saat saat itu
bersamamu
...

Sabtu, 30 April 2011

rindu yang asing

sayup sayup aku mendengar nada nada rindu
yang begitu asing ditelingaku
seolah suara suara purba salah jaman
bukan lagi untukku
terkadang mendayu dayu
terkadang liar tak berperasaan
memekik penuh dendam
menghujamku
...

nggak ada arti lagi

segala yang terjamah indera
dia buat serasa hampa tiada arti lagi
tak seperti saat kulalui hari hari
setahun yang lalu
ketika nada nada rindu
selalu dia dendangkan untukku melambungkan anganku
pada ruang yang hingga saat ini
belum aku temui
...

celoteh beo

keindahannya menipu mata
sadarku padanya...
bukanlah tempat untuk menemukan arti
dari rasa yang aku miliki
karena kepercayaan
adalah celoteh si burung beo
dibalik terali besi
...

bicaralah...

meski tak sepenuhnya bisa aku terjemahkan
bahasa bibir merekah bergincu merah
cobalah bersuara...
agar sedikit aku tahu yang kau inginkan
jangan hanya diam membisu
meski bernyanyi 

sisa mimpi

sayang...
biarlah angin senja tadi berlalu
membawa banyak cerita siang milik kita
percayalah tak semua dibawa
tapi masih ada tersisa
buat kita pada hiasan renda renda selimut malam
yang hangat mendekap
indah mimpi mimpi akan esok hari
hanya tentang kita
dan aku ingin sekali kita menjaganya
agar tak kembali tercuri lagi
bak siang tadi
...

sepeninggalnya

mana bisa mengaburkan warna aslinya
sedang penutup yang dia pakai masih tertembus mata
kerudung kejujuran dia tanggalkan
sembunyi pun sia sia

tak menyadari busuk dusta telah dia tinggalkan
pada setiap sudut sudut ruang yang pernah dia masuki
di sepanjang perjalanan hidup yang dia lalui
sebagai anugerahnya

andai waktu itu dari taman sanubari
dia memetik dan membawa bunga bunga sejati
pasti di setiap yang dia singgahi