Tuhan ajarilah aku...
bukan saja untuk menghitung hari hari
yang terkumpul menjadi minggu, bulan dan tahun
karena hanya akan menandai berkurangnya
waktuku untuk menemukanMu...
tetapi ajari juga aku tentang terbitnya matahari
yang tiada henti bertasbeh kepadaMu
hingga tenggelam nanti
dan berkatilah sisa jejak langkah rapuhku
di sisa waktu yang kau berikan
padaku nanti
....
ketika resah ini datang ketika sudah tak indah lagi yang aku pandang aku berlari ke padang ilalang menghempaskan bimbang
Kamis, 27 Januari 2011
doa di malam hari jadiku
Rabu, 26 Januari 2011
renunganku
ketika aku merasa buta
dan tersesat di lebatnya belantara
kupejamkan mata mengheningkan cipta
kupejamkan mata mengheningkan cipta
melihat kedalaman lubuk hatiku
lalu terdengar olehku sayup suara gemericik air
dari sungai kepasrahan yang mengalir
dari sungai kepasrahan yang mengalir
aku ikuti arusnya
dan aku sangat percaya
di samudera juga nanti akhirnya
di samudera juga nanti akhirnya
semua kan bermuara
kepadaNya...
dialog hati
Tak ada lagi kata kata yang kuderetkan menjadi kalimat
semua telah ku tiupkan di pendengaranmu
tentang semua yang kurasa
tentang semua yang ada
Namun ada beberapa bagian dari diriku yang belum terlihat dari sudut pandangmu
Biar apa yang ada padamu adalah ornamen ornamen yang menghiasi diri dan hidupmu
aku bukan berlian dan dirimu bukan patung emas
tapi kita adalah gumpalan daging dan darah yang dianugrahi hati dan pikiran
Semoga aku dan kamu mampu bertahan hingga terpisahkan nyawa dari raga
untuk selalu melihat dengan mata hati
Demi hidup kita dan demi hidup setelah kehidupan kita
Demi hidup yang menghidupi
Selalu berusaha menyelaraskan hidup agar hati,pikiran dan jiwa mampu berdampingan meski masing masing ada pada tempatnya...
-osd-
260111
semua telah ku tiupkan di pendengaranmu
tentang semua yang kurasa
tentang semua yang ada
Namun ada beberapa bagian dari diriku yang belum terlihat dari sudut pandangmu
Biar apa yang ada padamu adalah ornamen ornamen yang menghiasi diri dan hidupmu
aku bukan berlian dan dirimu bukan patung emas
tapi kita adalah gumpalan daging dan darah yang dianugrahi hati dan pikiran
Semoga aku dan kamu mampu bertahan hingga terpisahkan nyawa dari raga
untuk selalu melihat dengan mata hati
Demi hidup kita dan demi hidup setelah kehidupan kita
Demi hidup yang menghidupi
Selalu berusaha menyelaraskan hidup agar hati,pikiran dan jiwa mampu berdampingan meski masing masing ada pada tempatnya...
-osd-
260111
Selasa, 25 Januari 2011
awali kembali
lembar lembar kusut
terbengkalai di sudut ruang hatiku
satu demi satu aku susun dan rangkai kembali
aku jadikan satu buku impian
satu demi satu perlahan aku wujudkan
agar menjadi kenyataan
semoga...
terbengkalai di sudut ruang hatiku
satu demi satu aku susun dan rangkai kembali
aku jadikan satu buku impian
satu demi satu perlahan aku wujudkan
agar menjadi kenyataan
semoga...
tak pernah mati
kekasih...
jangan katakan kini kau sendiri
bahkan hingga nanti
meski di saat satu di antara kita telah pergi
menyendiri di liang yang sepi
namun di hati...
kau dan aku tak pernah mati
abadi
...
kekasih yang menangis
dengar ya, sayang...
ketika siang tak bermata
masih ada teduh senja buat bercerita
yang kini kita rasa
tentang sesak dalam dada
sabar ya, sayang...
meski angkuh malam ini
tak memberi arti lewat mimpi mimpi
masih ada sejuk pagi
yang selalu setia pada janji
percayalah, sayang...
waktu tak pernah berdusta
bila kemarin kau bertanya tentang cinta
nanti di suatu masa
dia pasti akan menjawabnya
sewajarnya saja...
tak elok memang...
jika lebih banyak tangis kita perdengarkan
meski itulah sebenarnya kenyataan
ungkapan perasaan dari hati
namun juga tak indah
jika lebih banyak tangis kita perdengarkan
meski itulah sebenarnya kenyataan
ungkapan perasaan dari hati
namun juga tak indah
bila berlama lama memakai topeng tertawa
untuk menutupi luka di wajah kita
pada kenyataannya
...
untuk menutupi luka di wajah kita
pada kenyataannya
...
Langganan:
Postingan (Atom)