Senin, 24 Januari 2011

kala petang di padang ilalang

angan pun melayang
oleh berjuta kisah lalu terus membayang
ketika kuhirup nikmatnya petang
di padang ilalang

aku dengar dendang
dari sang kumbang yang cumbui kembang
hatiku dilanda gamang
gersang

melupakan tak gampang
justru semakin buat aku terkenang
tak mungkin kan hilang
dan lekang

hatiku meradang
bagai raut wajah batu karang
yang tersapu gelombang
bimbang

Jumat, 21 Januari 2011

ngantuk

duh penguasa malam...
seindah apakah mimpi yang telah kau janjikan padaku ?
sehingga saat ini kau utus duta dewi malam
dia bergelayut begitu manja
di pelupuk mataku
......

Kamis, 20 Januari 2011

artiku bagi dia ?

dan ketika capung itu hinggap
setelah letih sedari tadi menari nari di angkasa
ilalang mengangguk angguk
seakan bertanya tanya
masihkah aku memiliki arti ?
angin pun menerpa seakan menjawab
kau hanya persinggahan
sementara saja
...

kau sangsikan ilalang

apa yang kau sangsikan tentang ilalang
bukankah dia tetap bisa hidup meski di padang gersang
bahkan begitu indah saat bergoyang
meski dalam resah dan bimbang
ketika kau pandang
......

apa diam itu salah ?

ketika aku tak mampu mengambil langkah
saat harus memilih
ketika aku tak menjawab tanya
karena kebodohanku
bahkan ketika aku tak mampu mencari tahu
alasan aku tak bersuara
maafkan aku,
apakah diam itu salah ?
...

Senin, 17 Januari 2011

hari hari yang beku

hari hari dalam diam
bagai malam malam yang selalu berhias mimpi
namun tak menemui pagi
seperti kuncup kuncup enggan bermekaran
sebagai bunga tidur semata
ah...
mengapa hari hari masih membeku
seperti tanpa rasa
...

Minggu, 16 Januari 2011

setelah itu...

dia berkata padaku
esok matahari pasti terbit dan aku percaya itu
meski pun aku tak tahu
adakah dia masih mau hangatkan aku
seperti waktu waktu lalu
ketika aku beku
...